>

Selasa, 04 Desember 2012

RADIASI HANDPHONE TERHADAP KESEHATAN JANIN

-->
informasitips.com – Selama ini kita sering sekali mendengar bahwa radiasi ponsel atau handphone dapat menimbulkan efek yang tidak baik bagi manusia. Meski banyak kalangan yang meyakini kebenaran hal tersebut, nyatanya tidak sedikit pula para ahli yang membantahnya dengan dalih belum ada penelitian yang cukup valid untuk membuktikan kebenaran hal tersebut. Namun, baru-baru ini, sebuah penelitian di Sekolah Medis Universitas Yale, Amerika mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel (telepon genggam) pada wanita hamil ternyata berdampak tidak baik bagi kesehatan janin yang dikandung. Para peneliti menyarankan agar wanita hamil sebaiknya tidak menyimpan ponsel di saku dekat perut karena radiasinya bisa membahayakan kesehatan janin. Wanita hamil juga dihimbau untuk tidak terlalu sering (banyak) menggunakan ponselnya untuk meminimalkan resiko radiasi yang ditimbulkan.
Dampak yang cukup serius dari radiasi tersebut terhadap janin adalah bisa mempengaruhi perkembangan otak bayi, menyebabkan hiperaktivitas, gangguan memori (daya ingat), perasaan cemas dan gangguan perilaku. Hasil riset yang telah dipublikasikan di Scientific Reports ini menyatakan bahwa paparan radiasi telepon seluler akan mempengaruhi perkembangan neuron otak, khususnya di bagian tertentu pada otak yang bertanggung jawab pada kemampuan untuk memusatkan perhatian (konsentrasi) dan memori, serta daerah pada otak yang berkaitan dengan masalah perilaku.
Seperti yang dilansir nydailynews pada 15-03-2012, Dr. Hugh Taylor selaku peneliti yang melakukan riset tersebut mengungkapkan bahwa akan lebih aman bila wanita hamil tidak membawa (menyimpan) ponsel di dekat perut mereka. Taylor juga menambahkan bahwa pada saat tidur, sebaiknya ponsel tidak boleh berada di dekat wanita hamil, kecuali jika ponsel dalam keadaan mati (dimatikan).
Otak bayi masih lebih sensitif daripada otak orang dewasa. Radiasi ponsel yang mungkin tidak terlalu berdampak besar bagi orang dewasa, bisa jadi memberikan pengaruh cukup besar dan dapat mengganggu tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Terlebih bila bayi cukup sering dan banyak menerima radiasi tersebut.
Riset tersebut dilakukan pada hewan percobaan, yaitu tikus yang sedang mengandung. Dan diperoleh hasil bahwa bayi tikus yang lahir ternyata mengalami masalah pada otak dan perilaku. Sebagaimana yang kita ketahui, banyak penelitian yang menggunakan tikus sebagai media percobaannya karena selain mudah dikembangbiakkan, tikus dinilai memiliki kemiripan genetik, karakteristik biologis dan perilaku dengan manusia. Selain itu, banyak pula gejala-gejalan dan kondisi tertentu pada manusia yang ternyata bisa direplikasi pada tikus.
Meskipun riset tersebut baru dilakukan sebatas pada hewan percobaan tikus, namun para peneliti memiliki keyakinan yang cukup besar akan kebenaran temuan ini. Menurut mereka, selebihnya hanya dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam lagi pada manusia untuk memahami seperti apa mekanisme yang terjadi sampai radiasi ponsel bisa berdampak buruk ke janin. Perlu juga untuk melakukan kalkulasi mengenai batasan paparan radiasi ponsel yang aman dan masih diperbolehkan untuk diterima ibu hamil.
Ponsel (handphone) atau telepon genggam sebenarnya memancarkan radiasi elektromagnetik frekuensi gelombang radio (Radio Frequency-Electromagnetic Radiation atau RF-EMR), dan disebut radiasi elektromagnetik non ionisasi (tidak berpotensi menimbulkan ionisasi pada sel/jaringan tubuh). Radiasi ponsel sering juga disebut dengan radiasi microwave (radiasi elektromagnetik gelombang mikro).
Hampir setiap peralatan elektronik dalam rumah tangga menggunakan gelombang radio energi rendah ini, misalnya televisi, komputer, dan microwave. Berbeda dengan jenis radiasi elektromagnetik ionisasi seperti sinar X yang memang berbahaya bagi manusia, para ahli berpendapat bahwa radiasi elektromagnetik non ionisasi tidak berbahaya dan tidak menimbulkan efek yang cukup serius bagi manusia.
Meskipun demikian, sejumlah temuan dari berbagai hasil penelitian yang pernah dilakukan selama ini ternyata menunjukkan adanya dampak negatif yang cukup serius akibat radiasi gelombang radio pada ponsel yang masuk ke tubuh manusia. Studi di Kalifornia, Amerika yang telah diterbitkan di Journal of Epidemiology and Community Health, juga memperlihatkan hasil yang sama. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 itu menemukan fakta bahwa penggunaan ponsel yang terlalu sering pada wanita hamil dapat meningkatkan resiko anak mengalami gangguan perilaku, menimbulkan hiperaktivitas dan gangguan dalam memusatkan perhatian (konsentrasi).
Beberapa ahli berpandangan bahwa bukan radiasi gelombang radio dari ponsel yang secara langsung memberikan efek ke janin, melainkan bila ponsel digunakan terlalu sering dalam waktu yang lama maka radiasi tersebut bisa menimbulkan panas yang bisa berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

Lalu, bagaimana sebaiknya?
  1. Akan jauh lebih bijaksana bagi wanita hamil untuk tidak terlalu sering “memainkan” ponselnya agar bisa meminimalkan resiko dan bahaya yang mungkin terjadi. Gunakan ponsel seperlunya, bila memang diperlukan.
  2. Jika sedang tidak digunakan dan ponsel dalam keadaan hidup, sebaiknya jangan terlalu sering memegang ponsel, dan jangan menyimpan ponsel di daerah sekitar perut (seperti saku celana/rok).
  3. Jangan biasakan meletakkan ponsel dekat dengan Anda saat tidur, khususnya di daerah dekat kepala. Tempatkan ponsel agak jauh dari tubuh Anda untuk mengurangi resiko dan bahaya yang mungkin terjadi.
  4. Ada baiknya pula untuk menggunakan alat hands-free saat menelepon dan menggunakan ponsel atau bisa juga dengan menggunakan speaker phone saat berbicara menggunakan ponsel. Cara ini diyakini bisa menurunkan radiasi yang diterima ibu hamil yang tentunya juga akan semakin menurunkan resiko dan dampak negatif radiasi ponsel bagi janin.
  5. Pada saat menggunakan fasilitas bluetooth sebaiknya jauhkan ponsel dari tubuh Anda karena saat menggunakan bluetooth sejumlah radiasi juga dipancarkan, meskipun dalam level yang tidak terlalu besar.
Sejumlah penelitian mencatat bahwa dampak dan bahaya radiasi ponsel ternyata tak hanya dikhawatirkan berbahaya bagi ibu hamil dan janin saja, melainkan juga dikhawatirkan berbahaya bagi pria dan juga pada anak-anak karena bisa mengganggu otak dan perilaku.
Bagi pria, tidak disarankan untuk menyimpan ponsel di saku bagian bawah karena beresiko mengganggu kualitas sperma. Di negara-negara di Eropa seperti Jerman, Inggris, Perancis, dan Skandinavia, telah diberlakukan larangan penggunaan ponsel pada anak-anak, kecuali dalam kondisi atau keadaan yang memang darurat dan diperlukan. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi menyikapi berbagai temuan tentang bahaya radiasi ponsel bagi kesehatan. Antisipasi ini dianggap sebagai langkah yang tepat untuk meminimalkan bahaya dan resiko, sampai ditemukan cukup bukti yang akurat terkait kebenaran hal tersebut.
Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, hasil temuan-temuan di atas bisa dijadikan peringatan bahwa ternyata ada isu yang cukup serius dibalik penggunaan ponsel yang dikhawatirkan bisa mengancam kesehatan manusia. Tak ada salahnya kita lebih bijak dan mengikuti saran-saran di atas, selama menunggu para ilmuwan mengumpulkan cukup data dan bukti yang bisa menjawab kebenaran temuan-temuan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar